Sabtu, 12 Maret 2011

Silabus Analisis Wacana

SILABUS MATAKULIAH ANALISIS WACANA

Program Studi : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Kode Matakuliah : IND 6308
Nama Matakuliah : Analisis Wacana
Jumlah SKS : 3 SKS
Semester : VI
Matakuliah Prasyarat : -
Deskripsi Matakuliah : Matakuliah ini berisi tentang pengertian wacana, kedudukan wacana dalam satuan linguistik, unsur internal dan eksternal wacana, kedudukan struktur wacana, aspek keutuhan wacana (kohesi dan koherensi), tema-topik-judul, topikalisasi, klasifikasi wacana (berdasarkan: bentuk, media penyampaian, jumlah penutur, isi, dan gaya dan tujuan), penerapan prinsip analogi dan penafsiran lokal, kedudukan analisis wacana, dan penerapan metode analisis wacana.
Standar Kompetensi : Mampu menyusun berbagai wacana

Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman Belajar Materi Ajar Waktu Alat/Bahan/sumber Belajar Penilaian
1.
mampu menjelaskan pengertian dan lingkup wacana Mampu menjelaskan istilah wacana

Mampu Membedakan wacana dengan discursus

Mampu memetakan posisi wacana dalam satuan lingustik Membaca paparan tentang istilah wacana

Merangkum istilah wacana

Membedakan wacana dengan discursus

memetakan posisi wacana dalam satuan lingustik Etimologi Istilah Wacana

Wacana, Discourse, dan Discursus

Kedudukan Wacana dalam Satuan Linguistik G. Tarigan, H. 1993. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa. Halaman 21-29

Mulyana. 2005. Kajian Wacana: Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana. Cetakan I. Halaman 3-6.

Praptomo Baryadi, I. 2002. Dasar-dasar Analisis Wacana dan Ilmu Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Gondhosuli. Halaman 1-4. Lisan/tulis (Menjelaskan istilah wacana)
2.
mampu memerikan unsur-unsur wacana (internal) Mampu mengidentifikasikan unsur-unsur internal wacana

Mampu mencontohkan unsur-unsur internal tersebut dalam wacana Mengumpulkan wacana dari koran atau majalah

Membaca wacana
mengidentifikasikan unsur-unsur internal wacana

mencontohkan kembali unsur-unsur internal tersebut dalam wacana yang mereka tulis Unsur-unsur Internal Wacana (Kata dan Kalimat serta Teks dan Konteks) Mulyana, 2005: 7-24 Tugas Individu: Menyajikan perian unsur internal wacana
3.
mampu memerikan unsur-unsur wacana (eksternal) Mampu mengidentifikasikan unsur-unsur eksternal wacana

Mampu mencontohkan unsur-unsur eksternal tersebut dalam wacana mengidentifikasikan unsur-unsur eksternal wacana

mencontohkan unsur-unsur eksternal tersebut dalam wacana Unsur Eksternal Wacana ( Implikatur, Presuposisi, Referensi, Inferensi, dan Konteks) Mulyana, 2005: 7-24 Tugas Individu: Memanfaatkan wacana yang sudah mereka kumpulkan lalu diperikan berdasarkan unsur eksternalnya
4.
menjelaskan pengertian keutuhan struktur wacana

menandai aspek kohesi

mencontohkan aspek kohesi dalam wacana Mampu menjelaskan pengertian keutuhan struktur wacana

Mampu mencontohkan struktur wacana

Mampu menandai aspek kohesi

Mampu mencontohkan aspek kohesi dalam wacana Mengumpulkan contoh wacana (lisan/tulis)

Membuat transkripsi ortografis terhadap wacana tulis

Membaca paparan tentang keutuhan struktur wacana

menjelaskan pengertian keutuhan struktur wacana

mencontohkan struktur wacana

menandai aspek kohesi

mencontohkan aspek kohesi dalam wacana Keutuhan Struktur Wacana

Aspek-aspek Keutuhan Wacana: Kohesi Mulyana, 2005: 25-36 Tugas Individu: Mencontohkan aspek kohesi dan menandainya berdasarkan wacana yang mereka kumpulkan
5.
menjelaskan pengertian keutuhan struktur wacana

menandai aspek koherensi

mencontohkan aspek koherensi dalam wacana Mampu menjelaskan pengertian keutuhan struktur wacana

Mampu mencontohkan struktur wacana

Mampu menandai aspek koherensi

Mampu mencontohkan aspek koherensi dalam wacana Membaca paparan tentang pengertian keutuhan struktur wacana

Membaca ulang wacana yang mereka kumpulkan sebelumnya

Menggunakan wacana tersebut untuk mencontohkan struktur wacana

menandai aspek koherensi

mencontohkan aspek koherensi dalam wacana berdasarkan wacana yang mereka tulis sendiri Keutuhan Struktur Wacana

Aspek-aspek Keutuhan Wacana: Koherensi Mulyana, 2005: 17-39 Tugas Individu:
Menulis wacana lalu mencontohkan aspek koherensi dalam wacana tersebut
6.
mengidentifikasi tema, topik, dan judul

mencontohkan tema, topik, dan judul Mampu mengidentifikasi tema, topik, dan judul

Mampu mencontohkan tema, topik, dan judul Membaca tentang pengertian tema, topik, dan judul

mengidentifikasi tema, topik, dan judul


mencontohkan tema, topik, dan judul Tema, Topik, dan Judul Wacana

Mulyana, 2005: 37-45

Praptomo Baryadi, 2002: 54-68 Tugas Kelompok:
Pembacaan Wacana Tulis yang tidak berjudul lalu bertugas membuat judul, identifikasi topik dan tema
7.
mempraktikkan proses topikalisasi
dalam wacana Mampu mempraktikkan proses topikalisasi
dalam wacana Membaca wacana yang sudah mereka kumpulkan

mempraktikkan proses topikalisasi
dalam wacana Topikalisasi Praptomo Baryadi, 2002: 54-68 Tugas Individu:
Praktik pembuatan topik baru dengan memanfaatkan wacana sebelumnya
8.
Ujian Tengah Semester (UTS) Identifikasi Kohesi, Koherensi, Tema, dan Topik..
Praktik Penopikan
9.
menjelaskan wacana berdasarkan bentuk

mengidentifikasi
wacana berdasarkan bentuk

mencontohkan jenis wacana berdasarkan bentuk Mampu menjelaskan wacana berdasarkan bentuk

Mampu mengidentifikasi
wacana berdasarkan bentuk

mampu mencontohkan jenis wacana berdasarkan bentuk Membaca tentang klasifikasi wacana berdasarkan bentuk

Membaca wacana yang mereka kumpulkan

mengidentifikasi
wacana berdasarkan bentuk

mencontohkan jenis wacana berdasarkan bentuk Klasifikasi Wacana berdasarkan Bentuk: (Wacana Naratif, Prosedural, Ekspositori, Hortatori, Ekspositorik, dan Deskriptif)
Mulyana, 2005: 47-51 Tugas Individu: Menggolongkan wacana yang mereka kumpulkan berdasarkan bentuknya dan mengidentifikasi penandanya
10.
mencirikan dan mencontohkan wacana berdasarkan media penyampaian Mampu mencirikan wacana lisan dan tulisan

mampu mencontohkan wacana lisan dan tulisan mencirikan wacana lisan dan tulisan

mencontohkan wacana lisan dan tulisan Wacana Tulis dan Lisan Mulyana, 2005: 51-52 Tugas Individu: Identifikasi wacana tulis dan lisan dari wacana yang mereka kumpulkan
11.
mencirikan dan mencontohkan wacana berdasarkan jumlah penutur Mampu mencirikan wacana monolog dan dialog

mampu mencontohkan wacana monolog dan dialog Membaca wacana monolog dan dialog yang mereka kumpulkan

mencirikan wacana monolog dan dialog

mencontohkan sendiri wacana monolog dan dialog Wacana Monolog dan Dialog Mulyana, 2005: 53 Tugas Individu: Identifikasi Wacana Dialog dan Monolog dari wacana yang mereka kumpulkan
12.

mengidentifikasi wacana fiksi dan nonfiksi

mengidentifikasi wacana berdasarkan isi

mengindetifikasi wacana berdasarkan gaya dan tujuan Mampu mencirikan wacana fiksi dan nonfiksi

mampu mencontohkan wacana fiksi dan nonfiksi

Mampu mencirikan politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum dan kriminalitas, dan olah raga dan kesehatan

Mampu mencontohkan wacana politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum dan kriminalitas, dan olah raga dan kesehatan


Mampu mencirikan wacana iklan

mampu mencontohkan wacana iklan Membaca wacana fiksi dan nonfiksi

mencontohkan wacana fiksi dan nonfiksi

mencirikan wacana fiksi dan nonfiksi

membaca wacana politik, ekonomi, budaya, hukum dan kriminalitas, dan olah raga dan kesehatan

mencirikan politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum dan kriminalitas, dan olah raga dan kesehatan

mencontohkan wacana politik, sosial, ekonomi, budaya, hukum dan kriminalitas, dan olah raga dan kesehatan


mencirikan wacana iklan

mencontohkan wacana iklan Wacana berdasarkan sifat (: Fiksi dan Nonfiksi)

Wacana berdasarkan Isi (:
Politik, Sosial, Ekonomi, Budaya, Hukum dan Kriminalitas, dan Olahraga dan Kesehatan)

Wacana Iklan Mulyana, 2005: 54-55



Mulayana, 2005: 56-63

Mulyana, 2005: 63 Tugas Individu: Identifikasi Wacana berdasarkan sifat dan isi dengan memanfaatkan wacana yang mereka kliping
13.
Menerapkan pendekatan analisis wacana kritis Mampu menganalisis wacana berdasarkan beberapa pendekatan utama dalam analisis wacana kritis

Mampu menjelaskan kedudukan analisis wacana Membaca pengertian tentang analisis wacana kritis, karakteristik analisis wacana kritis, dan pendekatan utama dalam analisis wacana kritis.
Pengertian analisis wacana kritis
Karakteristik analisis wacana kritis
Pendekatan utama analisis wacana kritis. Eriyanto, 2006: 3—17 Tugas Individu: Penerapan Prinsip Analogi dan Penafsiran Lokal
14.
menerapkan metode analisis wacana kritis Theo Van Leeu Mampu menganalisis wacana dengan metode Theo van Leeuwen


Membaca tentang cakupan metode Theo van Leeuwen

menganalisis wacana dengan menerapkan metode Theo van Leeuwen
Metode Theo van Leeuwen
Eriyanto, 2006: 171—196 Tugas Kelompok (2 orang): menganalisis wacana dengan 2 metode (:Theo van Leeuwen)
15.
menerapkan metode analisis wacana kritis Theo Van Leeu
(lanjutan) Mampu menganalisis wacana dengan metode Theo van Leeuwen
Membaca tentang cakupan metode Theo van Leeuwen

menganalisis wacana dengan menerapkan metode Theo van Leeuwen
Metode Theo van Leeuwen
Eriyanto, 2006: 171—196 Tugas Kelompok (2 orang): menganalisis wacana dengan 2 metode (:Theo van Leeuwen)
16.
Ujian Akhir Semester Portofolio: Penyajian Contoh Klipping Wacana
Portofolio: Penerapan Metode Analisis Wacana

Nilai akhir yang diperoleh mahasiswa berasal dari:
1. kehadiran : 10 %
2. partisipasi : 10 %
3. tugas-tugas : 30%
4. ujian tengah semester : 25 %
5. ujian akhir semester : 25 %

Secara umum, perkuliahan ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi (kelompok dan kelas). Hanya pertemuan pertama saja yang dilakukan secara klasikal. Pada saat pertemuan pertama dosen memberikan penjelasan tentang pokok bahasan pertama. Selanjutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil bacaannya sesuai dengan tugas yang diberikan.
Tugas-tugas dalam mata kuliah ini terdiri atas tugas bacaan (Books Report) yang dilaporkan setiap minggu dalam diskusi kelas dan atau kelompok. Di samping itu, ada lagi tugas aplikasi dalam bentuk penerapan metode analisis wacana untuk menganalisis berbagai jenis wacana, dan juga tugas dalam bentuk penelitian sederhana. (Tugas-tugas ini akan dijabarkan oleh dosen pembina mata kuliah)












ATURAN KELAS
1. Kehadiran minimal 80 % (13 kali pertemuan). Jika kehadiran kurang dari 13 kali pertemuan tidak dibenarkan mengikuti ujian akhir semester.
2. Tugas harus diserahkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Tugas yang terlambat diserahkan akan mengurangi nilai
3. Dosen dan mahasiswa bertekad untuk tidak terlambat. Keterlambatan hanya diberi toleransi 15 menit.
4. Jika mahasiswa terpaksa tidak hadir harus memberitahukan dengan mengirim surat.
5. Partisipasi dalam bentuk keaktifan dalam mengikuti diskusi (bertanya, menjawab, memberikan komentar) sangat diharapkan karena dinilai sesuai dengan bobot yang sudah ditentukan.
6. Penilaian berdasarkan kepribadian juga dilakukan terutama dalam perkuliahan.
7. Handphone selama perkuliahan dinonaktifkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar